Laman

Iklan

Sabtu, 31 Januari 2009

PENYEBAB SUSAH MAKAN PADA BALITA

Dalam urusan makan, sebenarnya balita, terutama usia 0-12 bulan, adalah konsumer pasif. Artinya, dia lebih banyak mengonsumsi makanan yang sudah dipilih orangtua. Dari sinilah sebetulnya anak mulai belajar perihal pola makan.

Dokter Dida Ahmad Gurnida, Sp.A Mkes., pengajar di sub bagian Nutrisi dan Metabolisme, Bagian Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran - RS Hasan Sadikin, Bandung, mengatakan, meskin belum ada data secara nasional tentang gangguan makan yang ada pada anak, masalah yang paling banyak terjadi adalah sulit makan. Hal itu terjadi khususnya pada anak usia 6 bulan ke atas.
“Ada tiga jenis gangguan pola makan yang kerap dialami oleh balita, yaitu sulit makan, pilih-pilih makanan atau picky eater, serta susah mengontrol nafsu makan alias makan melulu,” Ungkap dr. Dida. Penyebab sulit makan sendiri terdiri dari dua faktor. Pertama faktor fisik, misalnya karena ada gangguan di sistem saluran pencernaan yang mengakibatkan si kecil mual setiap kali makan. Atau karena ada gangguan di gigi-giginya, dan faktor fisik lainnya. “Namun, jangan panik dulu karena presentasi akibat faktor ini kecil sekali,” katanya.
Dr. Dida menyebutkan faktor psikis menjadi penyebab utamanya susah makan pada balita . Faktor ini juga menjadi pemicu timbulnya gangguan makan lainnya.
Lebih lanjut, Dra. Dini Daengsari, MSI., staf pengajar dari jurusan Psikologi Perkembangan, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Depok, mengatakan secara psikis gangguan pola makan balita ternyata tidak terlepas dari peran orangtua. Bukankah orantua yang menyediakan makan bagi si kecil?
“Karena merasa cemas anaknya tidak mau makan, kita (orangtua) langsung memberinya makanan sesuai porsi kita. Atau kalau si kecil masih juga tidak mau makan, pilihannya cuma dua. Dipaksa makan atau dimarahi,” Kata Dini. Tidak hanya itu. Biasanya anak juga dipaksa duduk manis ketika makan. Kalau sudah begini, makan diasosiasikan anak sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan. Padahal, suasana makan yang menyenangkan amat membantu dalam pemberian makan pada anak.
Psikologi UI ini juga mengatakan bahwa anak yang tidak bisa mengontrol nafsu makannya juga merupakan suatu masalah. Bisa jadi, kata Dini, ini karena kebiasaan anak dari kecil atau penyebab lainnya. “Kita kan senang tuh melihat anak yang makan banyak, sehingga dia dibiasakan untuk makan melulu.
Akhirnya, anak berpikir kalau makan banyak itu adalah suatu yang diharapkan oleh orang tuanya. Masalahnya kebiasaan ini bisa terbawa sampai ia remaja kelak,” ujarnya. “Karena kemudian orangtuan selalu menuruti nafsu makannya, lama-kelamaan anak tidak punya rangsangan lapar dan tidak mengenal rasa kenyang. Dia akan makan terus, terus dan terus. Ini yang bahaya!” Tegas Dini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar