Laman

Iklan

Sabtu, 08 Agustus 2009

Bill Gates

Baru sebulan mengumumkan pensiunnya dari Microsoft, pendiri sekaligus Chairman raksasa Software, Bill Gates, dikabarkan mendirikan sebuah perusahaan baru. Apa ini merupakan salah satu rencana baru bisnis besar Bill Gates?
Tidak juga, dilansir dari situs teknologi TechFlash, Gates dikabarkan membangun sebuah perusahaan bernama BGC3 LLC (Limited Liability Company), sebuah lembaga think thank di bidang sains dan teknologi, yang akan mengkoordinasikan Microsoft dengan keperluan Filantropinya.

Perusahaan tersebut akan menyuplai ide-ide mereka ke Microsoft maupun yayasan yang dia dirikan, Bill dan Melinda Gates Foundation. Nantinya perusahaan ini akan bergerak di bidang layanan sains atau teknologi, riset dan analisis industri, serta desain dan pengembangan piranti keras dan piranti lunak.

Lalu kenapa perusahaan ini diberi nama BGC3? Ternyata itu adalah kepanjangan dari Bill Gate’s Catalyst Three. Three yang melambangkan perusahaan ini sebagai lembaga ketiga yang didirikan Gates (setelah Microsoft dan yayasan).
Perusahaan baru ini kantornya akan terletak di kantor Kirkland, daerah sub-urban dekat Redmond Washington, dan terpisah dari kantor Microsoft maupun kantor yayasan. Tentunya kantor ini juga dilengkapi dengan teknologi mutakhir.
Orang-orang yang pernah mampir di kantor yang akan digunakan perusahaan baru ini mengatakan, kantor tersebut dipenuhi oleh beragam teknologi milik Microsoft, seperti komputer meja sentuh Surface, atau aplikasi buku tamu virtual.
Dalam sebuah surat kepada pemerintah lokal Kirkland, perwakilan Gates pernah memberitahukan bahwa total orang yang berada di kantor Kirkland hanya berkisar antara 40-60, termasuk karyawan maupun pengunjung.
Gates yang biasanya dikelilingi oleh orang-orang cerdas dan selalu antusias dan haus akan pengetahuan, kini akan lebih bebas mengeksplorasi masalah-masalah energi, bioteknologi, dan ekonomi global, ketimbang hanya sekedar ilmu komputer.
Sebelumnya, Gates juga sempat mendukung reaktor nuklir alternatif yang menghasilkan daya listrik tanpa limbah, yang digarap oleh mantan Chief Technology Officer Microsoft, Nathan Mhyrvold, melalu perusahaan baru yang dikepalai Nathan, Intellectual Ventures LLC.
Kabar ini menandai episode baru aktivitas Gates, yang pekan depan akan berulang tahun ke 53. Kini Gates memperluas fokusnya lebih jauh dari sekadar masalah pembajakan software, menjadi problem-problem teknologi, sains dan masyarakat.

3 komentar:

  1. Yang namanya orang cerdas selalu ingin memberikan karyanya pada dunia

    BalasHapus
  2. Ya, betul, mbak. Selain itu mereka juga sangat berjasa bagi negaranya sendiri dan negara lain di seluruh dunia.
    Bagaimana dengan Indonesia?
    Ditunggu!

    BalasHapus
  3. InsyaAllah besok saya kok yang akan menjadi penerus bill gates di INDONESIA.. di dukung yah,.. krna saya tau sekarang memang saya masih kecil dan belum memiliki kemampuan apapun. tetapi besok siapa yang akan tau jika Dia membalikkan semua-Nya.. :)

    BalasHapus